Sebuah penelitian menyebutkan bahwa para wanita yang terkena kanker kulit, khususnya melanoma, bisa bertahan hidup lebih lama daripada pria. Studi yang telah dilaporkan dalam Journal of Clinical Oncology ini pun menyatakan perbedaan kelamin mungkin mempengaruhi ketahanan pasien terhadap kanker kulit yang dideritanya, meskipun masih belum ada alasan yang jelas yang ditemukan sebab yang membuat wanita bisa tahan daripada pria.
Kepala peneliti Arjen Joosse dari University Medical Center di Rotterdam, Belanda, dan timnya meneliti jumlah pasien kanker kulit pria dan wanita selama 12 tahun. Dari hasil survey yang mereka lakukan, 366 pasien pria dan 267 pasien wanita meninggal di antara 2.600 penderita kanker kulit.
Dugaan pertama mengapa wanita lebih tahan terhadap kanker kulit daripada pria adalah kebiasaan hidup yang dijalani para wanita. Seiring dengan sifat perhatian wanita tentang kondisi kulitnya, maka para wanita lebih sering datang dan berkonsultasi dengan dokter daripada pria. Dugaan kedua para ahli merupakan pengaruh hormon estrogen. Namun pendapat ini patah karena pasien kanker kulit wanita menopause dengan kadar hormon estrogen lebih sedikit ternyata masih lebih tahan kanker kulit daripada pasien pria.
"Sekali seseorang terkena melanoma, kami percaya bahwa wanita dan pria mengatasinya dengan cara berbeda, secara keseluruhan," tutur Vernon Sondak dari University of South Florida College of Medicine yang tidak terlibat dalam penelitian, seperti yang dikutip dari Reuters (05/05).
Sondak juga berpendapat gen mungkin juga berpengaruh terhadap hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Joosse. Sebab jika kebiasaan bisa diubah dan kewaspadaan tentang kanker kulit ditingkatkan, penyakit tersebut bisa dilawan dengan maksimal. Namun gen merupakan hal yang cukup sulit untuk mengubah keadaan kesehatan seseorang.
Lihat Berita Terbaru di : www.merdeka.com


No comments:
Post a Comment